..SELAMAT DATANG DI RUANG MASA LALU..

Waktu boleh saja bergerak maju. Namun barang - barang dari masa yang telah lalu tidak akan pernah tenggelam oleh waktu. Sejarah yang membuatnya akan selalu abadi.

Blog ini adalah koleksi barang - barang masa lalu yang selalu mempunyai banyak kenangan bagi pemiliknya...

Mari menggali sejarah!!...

20 Agustus, 2009

Radio Transistor Tjawang



Radio Transistor Tjawang


Negara Produsen : Indonesia

Tahun Produksi dan Pemasaran : 1954 – 1964


Radio Transistor Tjawang merupakan awal mula kebangkitan produk radio transistor di Indonesia. Berawal dari semangat nasionalisme Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel, sang pelopor hadirnya radio transistor di Indonesia, yang menginginkan adanya alat komunikasi baru untuk menciptakan integrasi bangsa di awal kemerdekaan. Atas prakarsa beliau pada tahun 1950an berdirilah PT. Transistor Radio Manufacturing co. di kawasan Cawang, Jakarta. Timur . PT inilah yang memproduksi radio transistor tjawang. Pada saat itu radio transistor merupakan revolusi dari radio yang telah beredar sebelumya, yaitu masih menggunakan tabung hampa.

Keberadaan radio transistor yang dioperasikan dengan baterai ini membawa perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang terpencar di berbagai pulau, dengan kondisi pada waktu itu dimana fasilitas listrik masih belum merata dan infrastruktur perhubungan masih sangat terbatas. Radio transistor ini dapat menangkap siaran pemerintah dari seluruh pelosok Indonesia, sehingga dapat menjadi alat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Radio tjawang kini memang tinggal kenangan. Merk tjawang pada tahun 1970 digantikan dengan merk baru yakni National, yang merupakan kerjasama antara PT. National Gobel (dibentuk oleh Thayeb M. Gobel dan rekan-rekannya pada 27 Juli 1970) dengan matsuhita electric industrial.co. ltd dari jepang. Lalu kini berubah nama menjadi Panasonic, merk yang sudah tidak asing lagi kiprahnya di industri elektronik masa kini.

Radio transistor tjawang ini sampai di tangan saya lagi - lagi secara tidak sengaja. Berawal dari lawatan saya ke rumah sahabat jadul di Solo. Sebenarnya tidak berminat memboyong radio yang hanya bisa menangkap gelombang SW (Short Wave) ini ke Jakarta, karena memang barang ini tidak masuk dalam daftar koleksi sahabat saya yang ditawarkan kepada saya. barang itu teronggok di luar rumah, bergaul dengan barang rongsokan lainnya. Radio tersebut memang tidak berfungsi, namun karena kebetulan saya memang mencari radio tjawang, dan setelah mengutarakan maksud dengan teman saya itu, tidak beberapa lama masuklah radio tjawang tersebut ke dalam tas belanjaan barang loakan saya.

Sumber referensi :

www.panasonic.co.id

www.kedaibarangantik.blogspot.com

4 komentar:

  1. Wuah...
    Sebagai orang radio, saja memberikan tabik bagi anda, saudara Rjan. Soenggoeh seboeah ilmoe jang sangat berguna. Seandainja masih ada jang memiliki radio tjawang ini, hendaklah disimpan setjara baik karena inilah meroepakan seboeah nilai sedjarah.
    Tabik...

    BalasHapus
  2. Tabea... Selamat Baku Dapa n Salam Kenal Dari Manado. Saya Suka Artikel Anda. Silahkan Tukeran Link, Logo & Banner. Thanks,-

    BalasHapus
  3. Salam kenal, saya Jamal asal Lampung sedang studi di Yogya. Saya baru saja mulai mengoleksi radio transistor,radio tjawang inilah yang sulit didapat, syukur bulan depan saya pulang kampung dan akan mendapatkan radio ini dari seorang teman. Mari tukeran link sesama penghobi radio, visit my blog http://pemancarradiolawas.blogspot.com/search/label/My%20Radios

    BalasHapus
  4. saya punya 2 buah radio jadul mas...satu tjawang warna hijau dengan band SW satu lagi National dual band...,sepertinya seumuran dengan tjawang..,jika anda minat hubungi 087744354655

    BalasHapus

RUANG PESAN